Mentan Amran Beri Peringatan kepada Pengusaha: Jangan Permainkan Harga Pangan!

Anggie Ariesta
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperingatkan mafia pangan agar berhenti mempermainkan hajat hidup masyarakat. (Foto:Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperingatkan pengusaha dan mafia pangan agar menghentikan praktik kecurangan yang merugikan masyarakat. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat 217 laporan dugaan kejahatan pangan dalam dua pekan terakhir, mulai dari pengoplosan beras hingga penyelewengan pupuk.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah akan terus memburu pelaku kejahatan pangan untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pokok. Dia menyoroti sejumlah praktik kecurangan yang belakangan semakin banyak ditemukan, termasuk masalah fortifikasi, pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta permainan distribusi pupuk.

"Ada yang main-main, ada fortifikasi, ada Oplos SPHP, macam-macam. Kelihatan ini semakin hari semakin menjadi-jadi," kata Amran dalam keterangan resminya, Minggu (8/11/2026).

Dia secara khusus meminta para pelaku usaha di seluruh Indonesia tidak memanipulasi komoditas pangan. Menurutnya, praktik tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan hidup masyarakat.

"Tolong kepada saudaraku pengusaha seluruh Indonesia, tolong berhentilah mempermainkan pangan karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 hari lalu

Mentan Amran Perkuat Peternak Ayam Rakyat, dari Bantuan Jagung hingga Pengawasan Integrator

6 hari lalu

Mentan Sebut Negara Lain Kiamat jika RI Setop Ekspor Sawit: Lebih Dahsyat dari Bom Atom

7 hari lalu

Dua Kasus Penyelewengan Beras Terungkap, Mentan Amran Minta Polisi Usut Tuntas

9 hari lalu

2 Tahun Prabowo-Gibran, Seskab Teddy dan Mentan Amran Puncaki Survei Kinerja Menteri Terbaik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal