MSCI Bongkar Masalah Pasar Modal Indonesia, Transparansi Kepemilikan Saham hingga Penegakan Hukum

Iqbal Dwi Purnama
MSCI menyoroti transparansi kepemilikan saham, dugaan manipulasi perdagangan, dan lemahnya penegakan hukum dalam evaluasi pasar modal Indonesia. (Foto: Ilustrasi/SINDO)

Selain penegakan aturan, MSCI turut menyoroti keterbatasan teknologi dan sistem pengawasan yang diperlukan untuk mendeteksi pola transaksi tidak wajar serta mencegah penyalahgunaan pasar.

MSCI dijadwalkan mengambil keputusan mengenai evaluasi klasifikasi pasar Indonesia pada Juni 2027. Sementara itu, periode konsultasi terkait potensi penurunan klasifikasi tersebut akan berakhir pada akhir April 2027.

Jika Indonesia diturunkan menjadi standalone market, saham Indonesia berpotensi tidak lagi masuk dalam cakupan indeks MSCI untuk pasar berkembang (emerging markets) maupun pasar perbatasan (frontier markets). Perubahan tersebut berisiko mendorong penyesuaian portofolio investor global dan memicu arus keluar dana asing.

Karena itu, periode konsultasi menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa reformasi pasar modal mampu menghasilkan perbaikan nyata dan berkelanjutan. Fokusnya mencakup keterbukaan kepemilikan saham, keakuratan data free float, pengawasan transaksi, serta konsistensi penegakan hukum.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
17 jam lalu

Bos MSCI Buka Suara soal Usulan Downgrade Pasar Saham RI ke Standalone Market

1 hari lalu

Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Menguap Rp106,4 Triliun usai Isu MSCI Guncang Pasar Saham

3 hari lalu

Prabowo: MSCI Mau Takut-takutin Kita, Saya Katakan Bangsa Indonesia Tak Takut!

5 hari lalu

Prabowo Panggil Bos OJK hingga Gubernur BI ke Istana, Bahas soal Ancaman MSCI?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal