Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Kemenkes Ingatkan Risiko Penyakit dari DBD hingga Pernapasan

Niko Prayoga
Kemenkes mengingatkan musim kemarau berkepanjangan dapat meningkatkan risiko polusi udara, serta munculnya berbagai penyakit. (Foto: Ilustrasi/AI)

Untuk mengurangi risiko penyakit, masyarakat disarankan rutin memantau kualitas udara, menggunakan masker saat kondisi udara memburuk, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari minuman beralkohol dan berkafein berlebihan. Menghindari paparan asap rokok dan sumber polusi lainnya juga dinilai penting selama musim kemarau berlangsung.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menutup ventilasi rumah saat tingkat polusi meningkat. Di samping itu, penerapan pola hidup bersih dan sehat serta pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin guna mencegah meningkatnya kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Apabila mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan cuaca panas, polusi udara, atau penyakit lain yang muncul selama musim kemarau, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 jam lalu

6 Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Skrining Kesehatan 10.564 Peserta di Seluruh Indonesia

1 hari lalu

Waspada! Kebiasaan Anak Jajan Sembarangan Bisa Picu Kerusakan Ginjal sejak Dini

1 hari lalu

Kemenkes Didesak agar Merespons Aksi Bigmo Diduga Ajak Anak-Anak Promosikan Vape

1 hari lalu

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal