Sebagai tindak lanjut atas peristiwa ini, Newport telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan terhadap personel terkait, serta memperkuat arahan dan prosedur kepada seluruh tim serta mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
"Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan," kata dia.
Manajemen Newport berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang.
Adapun, kasus ini mencuat setelah unggahan akun Threads @JARRKOJARR viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut terlihat sebuah booth produk minuman beralkohol Newport yang menggelar tantangan menghafal Surah Ad-Dhuha dengan hadiah sebotol minuman keras. Aksi itu kemudian memicu kecaman luas dari warganet.
Merespons polemik tersebut, pihak The Sounds Project menyatakan tindakan itu dilakukan di luar pengetahuan, arahan, maupun persetujuan panitia. Mereka juga mengecam penggunaan agama sebagai bahan promosi.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi dalam bentuk apa pun,” tulis pernyataan resmi manajemen The Sounds Project.
Panitia menyatakan telah menegur keras pihak sponsor Newport, menuntut penyelesaian kasus hingga tuntas, serta melakukan pengawalan agar pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban. Evaluasi internal juga dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.