JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak membuka peluang pelibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia. Gagasan tersebut bertujuan memperkuat toleransi, kebinekaan dan semangat gotong royong dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dahnil mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk. Menurutnya, keberagaman tersebut harus tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan kepada jemaah haji.
Dia menilai dukungan terhadap pelayanan jemaah tidak harus datang dari umat Islam saja. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama juga dapat berkontribusi melalui semangat kemanusiaan dan persaudaraan.
"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Dahnil dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Dahnil menjelaskan, pelibatan masyarakat lintas agama (nonmuslim) menjadi salah satu cara untuk mewujudkan toleransi melalui tindakan nyata. Menurutnya, sikap saling menghormati perlu diwujudkan dalam kerja sama dan kontribusi bersama di tengah masyarakat.