Pakar Hukum Kritik Jokowi soal Presiden Boleh Memihak: Sumpahnya Berbakti kepada Bangsa, Bukan untuk Anak

M Refi Sandi
Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yance Arizona mengkritik pernyataan Jokowi. (Foto IG Yance Arizona).

JAKARTA, iNews.id -Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yance Arizona mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kepala negara boleh ikut kampanye dan memihak kepada paslon dalam Pemilu 2024. Pernyataan tersebut bertentangan dengan sebelumnya yang menyatakan netral.

"Pertama, pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan-pernyataan presiden sebelumnya yang menyatakan akan netral dan meminta seluruh jajarannya netral," kata Yance saat dihubungi iNews.id, Rabu (24/1/2024).

Yance menambahkan memang tidak mudah bagi Jokowi untuk netral ketika anaknya yang berlaga dalam Pilpres 2024. Ia menilai keberpihakannya rawan nepotisme dan potensi kecurangan lainnya.

Diketahui, Gibran Rakabuming Raka yang merupakan anak Jokowi maju sebagai Cawapres bersama Prabowo Subianto di Pilpres 2024. 

"Keberpihakan Jokowi akan rawan nepotisme dan kecurangan. Yang pada akhirnya bisa mengarah pada pelanggaran dengan dimensi terstruktur, sistematis dan masif," ujarnya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
5 jam lalu

KPU Buka Suara usai Dilaporkan ke DKPP terkait Dugaan Pasal Selundupan demi Gibran

6 hari lalu

Buntut Temuan MK Terkait Ijazah Gibran, KPU Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Dokumen Palsu

6 hari lalu

Jokowi bakal Hadir di Sidang Dokter Tifa, Ingin Jelaskan Nama Baik dan Harga Dirinya Terkoyak

6 hari lalu

Istana Bantah Ada Pembersihan Orang-Orang Jokowi dari Pemerintahan Prabowo Lewat Reshuffle

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal