Paradigma Nilai Baru: Kripto, Energi, dan Masa Depan Ekonomi yang Berkelanjutan

iNews
Ilustrasi kripto. (Foto: Freepik)

Ekonomi yang Lelah oleh Aset Riil

Krisis lingkungan dan sosial yang kita alami saat ini sejatinya adalah cerminan kelelahan model ekonomi berbasis eksploitasi aset riil. Untuk menambah nilai, manusia harus menambang lebih dalam, menebang lebih luas, dan memproduksi lebih cepat.
Namun planet ini punya batas, baik dari sisi sumber daya maupun dukungan ekologis.

Ketika kelangkaan meningkat dan biaya sosial semakin mahal, kapital mencari ruang baru, yang tidak terbatas oleh material, tetapi tetap punya potensi pertumbuhan.

Kripto, bersama kecerdasan buatan dan ekonomi data, menjadi ruang ekonomi baru tempat nilai dapat diciptakan tanpa perlu menambah beban fisik pada alam.

Energi sebagai Fondasi Baru Nilai

Meski tak berwujud, kripto tetap punya fondasi material energi. Setiap blok yang ditambang, setiap transaksi yang diverifikasi, memerlukan daya listrik. Kritik terhadap Bitcoin sebagai “pengguna energi boros” bukan tanpa dasar.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, evolusi teknologi kripto telah melahirkan model yang lebih hemat energi. Protokol Proof-of-Stake (PoS) menggantikan Proof-of-Work (PoW), mengurangi konsumsi listrik hingga lebih dari 99%.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sistem Keuangan Digital Kripto Bergejolak, Bagaimana Keamanannya?

57 tahun lalu

Pajak Kripto hingga Pinjol Tembus Rp42,53 Triliun per September 2025

57 tahun lalu

Siapa Pemilik Coinbase? Bongkar Rahasia di Balik Bursa Kripto Terbesar Amerika

57 tahun lalu

Daftar 10 Miliarder Kripto di Dunia, Nomor 1 Hartanya Tembus Rp967 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal