Paradigma Nilai Baru: Kripto, Energi, dan Masa Depan Ekonomi yang Berkelanjutan

iNews
Ilustrasi kripto. (Foto: Freepik)

Lebih jauh, muncul kesadaran baru bahwa energi bukan lagi sekadar input, tapi bagian dari nilai itu sendiri. Blockchain yang menggunakan energi terbarukan dapat menjadi instrumen akuntansi karbon, bahkan platform transisi energi global. Dengan kata lain, kripto dapat menjadi katalis ekonomi hijau bukan musuhnya.

Momentum 2025: Dari Eksperimen ke Infrastruktur

Tahun 2025 menandai fase baru dalam perjalanan kripto global. Setelah satu dekade penuh volatilitas dan skeptisisme, kini mulai tampak konsolidasi dan kedewasaan pasar.

Institusi besar seperti manajer aset, bank, hingga sovereign wealth fund mulai menempatkan sebagian portofolio mereka ke aset digital. Bagi sebagian pengamat, langkah ini adalah pengakuan bahwa kripto bukan lagi eksperimen, melainkan infrastruktur nilai baru.

Namun di balik legitimasi ini, muncul pula risiko baru: sentralisasi kekuatan pada segelintir entitas besar, monopoli jaringan, dan tekanan geopolitik antarnegara dalam pengaturan regulasi.

Regulasi dan Etika: Menghindari Ulangi Sejarah Lama

Jika ekonomi klasik merusak lingkungan karena abai pada batas alam, maka ekonomi kripto berisiko merusak tatanan sosial bila abai pada etika dan keadilan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sistem Keuangan Digital Kripto Bergejolak, Bagaimana Keamanannya?

57 tahun lalu

Pajak Kripto hingga Pinjol Tembus Rp42,53 Triliun per September 2025

57 tahun lalu

Siapa Pemilik Coinbase? Bongkar Rahasia di Balik Bursa Kripto Terbesar Amerika

57 tahun lalu

Daftar 10 Miliarder Kripto di Dunia, Nomor 1 Hartanya Tembus Rp967 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal