JAKARTA, iNews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menyatakan komitmennya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Pernyataan kali ini disampaikan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tersebut untuk menggarisbawahi sikap NU yang tidak pernah berubah dalam memperjuangkan kedaulatan Palestina.
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menuturkan, dukungan terhadap perjuangan kedaulatan Palestina telah ditunjukkan organisasinya sejak zaman prakemerdekaan Republik Indonesia. “Pascapendudukan Israel atas tanah Palestina, Nahdlatul Ulama secara lantang memprotes tindakan Israel serta menggalang solidaritas untuk membela Palestina,” ungkap dia melalui siaran pers yang diterima iNews.id di Jakarta, Jumat (22/6/2018).
Said Aqil mengatakan, dalam Muktamar NU ke-13 yang digelar di Pandeglang, Banten, pada 12-15 Juli 1938 M/13 Rabiuts Tsani 1357 H, KH Abdul Wahab Chasbullah secara resmi menyampaikan sikap NU atas penderitaan Palestina. Ketika itu, KH Abdul Wahab mengatakan, “pertolongan-pertolongan yang telah diberikan oleh beberapa komite di Tanah Indonesia ini berhubung dengan masalah Palestina, tidaklah begitu memuaskan adanya. Kemudian guna dapat mencukupi akan adanya beberapa keperluan yang tak mungkin tentu menjadi syarat yang akan dipakai untuk turut menyatakan merasakan duka cita, sebagai perhatian dari pihak umat Islam di tanah ini.”
KH Abdul Wahab menuturkan lagi, “Atas nasib orang malang yang diderita oleh umat Islam di Palestina itu, maka sebaiknyalah NU dijadikan badan perantara dan penolong kesengsaraan umat Islam di Palestina. Maka pengurus atau anggota NU seharusnyalah atas namanya sendiri-sendiri mengikhtiarkan pengumpulan uang yang pendapatannya itu terus diserahkan kepada NU untuk diurus dan dibereskan sebagaimana mestinya.”
Said Aqil mengungkapkan, pada November 1938, PBNU memerintahkan seluruh cabang mengedarkan celengan iuran derma untuk yatim dan janda di Palestina. Perintah itu dimuat pada Berita Nahdlatoel Oelama No 1 Tahun ke-8, Edisi 8 Ramadan 1357 H, bertepatan dengan 1 November 1938 M.