Diketahui, ancaman lain dari erupsi gunung Semeru ini adalah tanah longsor yang bersamaan dengan hujan dan awan panas. Di pos pantau gunung berapi juga belum memiliki sistem pengamatan tersebut, maka dapat dijadikan penelitian lebih lanjut agar tidak terjadi dampak lain dari erupsi gunung ini.
“Untuk kedepannya bisa dibuat alat sensor warning system terkait longsor dan dimasukkan ke pos pantau agar meningkatkan kewaspadaan aktivitas gunung,” jelas dia.
Selain itu, anggota tim Puslit MKPI Dr Techn Umboro Lasminto mengatakan, ada potensi bencana susulan yang dikhawatirkan akibat area penumpukan lahar yang meluas. Hal tersebut menyebabkan perubahan arah aliran air sungai, sehingga aliran air tidak terkontrol dan diperparah dengan kondisi hujan yang terjadi hingga bulan April.
Terbentuknya arah aliran sungai yang baru bisa mengarah pada pemukiman penduduk yang dapat menyebabkan banjir.
“Hal yang harus dilakukan adalah mencari solusi agar arah aliran air kembali pada aliran sungai semula,” jelas dosen Teknik Sipil ITS tersebut.