“Tidak semua sarjana harus menjadi entrepreneur. Entrepreneurship penting, tetapi negara tetap harus memastikan tersedianya lapangan kerja formal yang layak. Jangan sampai tanggung jawab penciptaan pekerjaan justru seluruhnya dibebankan kepada individu,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, Tama menilai visi pendidikan tinggi harus selaras dengan kebutuhan sektor riil. Perguruan tinggi tidak cukup hanya meningkatkan jumlah lulusan, tetapi juga perlu memastikan tersedia ruang kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka.
“Kita tidak boleh hanya mencetak lebih banyak sarjana. Kita juga harus menciptakan lebih banyak pekerjaan yang membutuhkan sarjana,” pungkasnya.