“Teruslah mengoptimalkan rantai nilai, efisiensi biaya, dan sinergi operasional, sehingga Pertamina benar-benar menjadi perusahaan energi yang fokus, kuat, dan bermartabat,” ucap Simon.
Restrukturisasi ini juga ditempatkan dalam kerangka amanat Danantara untuk mendorong transformasi BUMN menjadi lebih adaptif, lincah, dan kompetitif.
Pertamina memastikan integrasi bisnis hilir tetap berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Dengan demikian, restrukturisasi diharapkan tidak mengganggu kesinambungan pelayanan energi nasional.