Pertumbuhan Industri Tembakau Nyaris Nol, Menperin Dorong Produsen Rokok Ilegal Masuk Jalur Legal

Tangguh Yudha
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji. (Foto: Achmad Al Fiqri)

Sarmuji menegaskan, pemerintah akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk menindak produksi dan peredaran rokok ilegal. Pada saat yang sama, pemerintah akan mengedukasi para produsen agar beralih ke jalur produksi yang legal.

Dia menilai, sebagian produsen rokok ilegal kemungkinan masih ragu memasuki pasar legal karena menganggap sulit bersaing dengan perusahaan rokok besar. Padahal, produsen berskala kecil dinilai memiliki peluang melalui karakteristik produk dan segmentasi pasar yang berbeda.

"Di banyak daerah, rokok-rokok yang tidak terkenal itu memiliki pangsa pasar tersendiri, memiliki segmentasi tersendiri, bisa karena cita rasanya, bisa karena harganya," ucap Sarmuji.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar ini menyebut, karakteristik dan segmen pasar tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi produsen rokok ilegal untuk mengubah pola usaha dan masuk ke industri legal. Dengan begitu, produsen berpeluang mengembangkan pasar sekaligus menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Perindustrian mendorong pertumbuhan sektor industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Pemerintah juga menargetkan peningkatan daya saing industri nasional agar sektor-sektor yang memiliki keunggulan dapat berkembang lebih kompetitif.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
22 hari lalu

Terbongkar! 560.000 Batang Rokok Ilegal Diselundupkan lewat Jalur Laut ke Lombok

2 bulan lalu

Bea Cukai Mataram Musnahkan 6,7 Juta Batang Rokok Ilegal, Kerugian Negara Rp8,3 Miliar

2 bulan lalu

Rokok Ilegal Makin Marak, Penjualan Gudang Garam Anjlok Rp3,19 Triliun

2 bulan lalu

Bea Cukai Jakarta Ungkap Penindakan Rokok Ilegal Naik 250 Persen, Peredaran Semakin Masif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal