Perusahaan Migas Raksasa Dunia Buka Suara usai Trump Incar Minyak Venezuela

Tangguh Yudha
Perusahaan migas raksasa dunia Chevron buka suara usai Trump mengincar mengusai cadangan minyak Venezuela. (Foto: ilustrasi/AFP)

“Kami memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan dan stabilitas energi global. Akan terlalu dini untuk berspekulasi tentang aktivitas bisnis atau investasi di masa depan,” kata juru bicara ConocoPhillips.

Di sisi lain, sejumlah pemain besar industri energi global seperti ExxonMobil, Shell, BP, TotalEnergies, dan Saudi Aramco hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump maupun potensi keterlibatan mereka di sektor minyak Venezuela.

Untuk diketahui, Venezuela menyimpan sekitar 17 persen dari total cadangan minyak dunia atau setara dengan 303 miliar barel, menjadikannya salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar secara global.

Tahun lalu, produksi minyak Venezuela tercatat rata-rata hanya sekitar 1,1 juta barel per hari, atau setara dengan 1 persen dari total produksi minyak dunia.

AS sebelumnya menjadi pembeli utama minyak Venezuela. Namun, seiring memburuknya hubungan diplomatik kedua negara dan penerapan sanksi ekonomi, China kini menjadi tujuan utama ekspor minyak Venezuela.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Politisi Muslimah AS Ilhan Omar: Trump Ketakutan Jelang Pemilu AS

2 hari lalu

Kesal Tak Dapat Hadiah Nobel Perdamaian, Trump Tolak Imigran asal Norwegia

3 hari lalu

Nah, Trump Bantah Akan Serang Iran

3 hari lalu

Pilpres Brasil! Lula Kalahkan Putra Mantan Presiden, Amankan Jabatan 4 Periode

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal