Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring masuknya laporan baru dari berbagai daerah yang dihimpun Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Perbedaan pendataan ini menunjukkan dinamika PHK masih terus berlangsung di sejumlah sektor industri.
KSPI juga mencatat sejumlah perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja sepanjang Mei 2026. Di Kabupaten Serang, PT Nikomas Gemilang melakukan PHK terhadap 279 pekerja, PT Parkland World Indonesia 2 memangkas 223 pekerja, dan PT Sinhwa Bis melepas 176 pekerja. Sementara di Jawa Timur, showroom dan bengkel Toyota Asri Motor dilaporkan mengurangi sekitar 200 karyawan.
Gelombang efisiensi tersebut dinilai berkaitan dengan melemahnya daya saing sektor manufaktur. Kondisi itu tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di level 46,9, turun dibandingkan posisi 50,0 pada Mei 2025. Angka PMI di bawah level 50 menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase kontraksi, sehingga mendorong banyak perusahaan melakukan penyesuaian tenaga kerja.