Polemik Penghapusan Angka Kematian Covid-19, Menkominfo: Kalau sudah Rapi Dimasukkan Lagi

Jonathan Simanjuntak
Menkominfo, Johnny G Plate mengatakan pemerintah tidak menghapus angka kematian covid-19 dari penilaian level PPKM melainkan sedang mengharmonisasikannya. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menegaskan pemerintah tidak menghapus angka kematian akibat covid-19 dari penilaian level PPKM. Menurutnya, saat ini pemerintah sedang melakukan perbaikan data.

Johnny G Plate menjelaskan angka kematian akibat covid-19 saat ini sedang dirapikan. Jika sudah rapi, indikator itu akan dimasukkan lagi ke dalam penilaian level PPKM.

“Pemerintah tidak menghapus atau meniadakan angka kematian dari penilaian level PPKM. Sekarang, tengah dilakukan perbaikan untuk memastikan ketepatan data. Jika sudah rapi, indikator kematian akan kembali dimasukkan,” ujar Johnny G Plate dikutip dari laman resmi kominfo.go.id, Jumat (13/08/2021).

Dia memastikan pemerintah terus bekerja keras melakukan harmonisasi dan validasi data dari lapangan terkait indikator yang digunakan untuk penilaian level PPKM. Menurut Johnny, terdapat tiga indikator dasar yang digunakan dalam penetapan level PPKM suatu daerah yaitu laju penularan, positivity rate serta angka kematian.

Johnny menambahkan, pemerintah kerap mendapati temuan input data berupa akumulasi angka kematian beberapa minggu sebelumnya sehingga sifat data tersebut tidaklah aktual. Menurutnya hal tersebut menimbulkan distorsi dalam proses analisis suatu daerah.

“Karena itu, pemerintah memutuskan untuk memperbaiki data tersebut dengan cara memilah data kematian real time hari itu dengan akumulasi data kematian hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
23 hari lalu

Jackie Chan Meninggal Dunia? Ini Faktanya!

1 bulan lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

1 bulan lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

2 bulan lalu

Sering Tidur Lewat Tengah Malam? Dokter Ungkap Risiko Kematian Naik 53 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal