Politikus Golkar Pertanyakan Sikap KemenHAM Ingin Jamin 7 Tersangka Intoleransi di Sukabumi

Achmad Al Fiqri
Politikus Golkar, Abraham Sridjaja. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi I DPR, Abraham Sridjaja menyesalkan pernyataan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengusulkan penangguhan penahanan hingga menjamin tujuh tersangka kasus intoleransi di Sukabumi. Menurutnya, hal tersebut justru seakan-akan membela para pelaku intoleransi.

"Sangat disesalkan ketika Staf Khusus KemenHAM justru membuat pernyataan yang seolah membela para pelaku intoleransi dalam kasus perusakan rumah singgah di Sukabumi," ucap Abraham dikutip dari Instagram resminya @abrahamsrijaya, Sabtu (5/7/2025).

Politikus Partai Golkar tersebut menyebut, Kementerian HAM seharusnya berada di garda terdepan dalam membela hak asasi manusia dan menjamin kebebasan beragama sebagaimana diamanatkan konstitusi. 

"Bukan malah menciptakan ambiguitas yang bisa dimanfaatkan untuk melegitimasi intoleransi," katanya.

"Ini bukan soal persepsi. Ini soal perusakan, pengusiran, dan persekusi terhadap anak-anak kecil yang sedang retret dan beribadah," ucapnya.

Menurutnya, jika ingin menempuh jalan restorative justice atau upaya damai, tentunya merupakan hal yang baik. Namun, tidak seharusnya Kementerian HAM melibatkan diri sebagai penjamin penangguhan penahanan terhadap para tersangka.

"Itu adalah kekeliruan besar secara prinsip," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
8 bulan lalu

Hotman Sentil Menteri HAM Mau Jamin 7 Tersangka Intoleransi Sukabumi: Jangan Coba-coba

Nasional
8 bulan lalu

KemenHAM Siap Jamin 7 Tersangka Intoleransi di Sukabumi, Minta Penahanan Ditangguhkan

Nasional
19 jam lalu

Natalius Pigai: Indonesia sudah Kanker Stadium 3 di Bidang Politik hingga Sosial

Nasional
3 hari lalu

Pegawai Kementerian HAM Gugat Natalius Pigai ke PTUN, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal