Saat ditanya mengenai aktor intelektual serta alasan pihak yang ditangkap baru sebatas pelaku lapangan, Prabowo mengatakan pemerintah sedang mengarah pada pengungkapan pihak di baliknya.
“Ya kita sudah ke arah gitu, ya. Dan kita sudah ke arah situ,” kata Prabowo.
Ketika ditanya apakah salah satu aktor intelektual tersebut merupakan lawan politik, Prabowo tidak menjawab secara langsung. Dia justru menyinggung jaringan mafia narkoba.
“Ya kan saya katakan kalau kita mau tertib, yang nikmati ketidaktertiban siapa? Iya kan? Kalau kita mau berantas narkoba, emangnya orang mafia narkoba akan diam?” kata Prabowo.
Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya saat melakukan proses rekrutmen organisasi yang melibatkan ratusan sarjana dan insinyur. Para peserta diberi tahu akan menjalani pemeriksaan darah untuk mendeteksi narkoba.
“Orang begini ya, saya mau cerita. kita dalam dalam rangka rekruting ya, rekruting organisasi gitu, kita undang berapa ratus sarjana insinyur ya untuk daftar mereka datang. Tapi kita sudah sampaikan, dalam rangka rekrut ini kita akan periksa darah untuk narkoba dan sebagainya. Setengahnya nggak datang lagi. This is reality. bahaya narkoba ini sangat bahaya sudah masuk ke elite,” tutur Prabowo.