"Yang kedua, apakah ada keterlibatan aseng atau oligarki yang mensponsori kegiatan tersebut," ujarnya.
Ketiga, Gerindra meminta Polri menyelidiki kemungkinan keterlibatan kekuatan politik tertentu di dalam negeri yang diduga mengambil keuntungan dari aktivitas penyadapan ilegal tersebut.
"Yang ketiga, apakah ada kekuatan politik tertentu yang terlibat. Kami mendorong Polri untuk melakukan penyidikan secara mendalam terhadap hal tersebut," tuturnya.
Menurut Kamrussamad, kasus ini memiliki implikasi serius terhadap kedaulatan, pertahanan, dan stabilitas politik nasional. Karena itu, penanganannya dinilai tidak cukup hanya mengandalkan proses penyidikan kepolisian.
Dia menyarankan pemerintah mempertimbangkan pelibatan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk membantu mendalami kemungkinan ancaman terhadap keamanan negara.
"Dan jika diperlukan, saya kira tidak salah apabila pemerintah juga, mempertimbangkan untuk melibatkan BAIS dan Badan Intelejen- Intelijen Negara, karena ini sudah menyangkut keamanan negara, dan keberlangsungan pemerintahan yang sah," ucapnya.