Arif mengatakan desain sepatu tersebut mempertimbangkan ketahanan, kenyamanan, serta harga agar sesuai dengan kebutuhan siswa.
"Karena itu Bapak Presiden sangat berharap agar kebutuhan siswa yang kurang mampu itu bisa dipenuhi ya, dengan riset dan inovasi yang memang cocok untuk mereka. Nah, sehingga kita memang dalam melakukan riset harus ada value, harus ada keberpihakan ya, persoalan-persoalan yang dihadapi saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus bener-bener dicarikan solusinya," kata Arif.
Dia menambahkan, riset dan inovasi BRIN diharapkan tidak hanya menghasilkan teknologi, tetapi juga memberikan solusi untuk kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani membenarkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu topik dalam pertemuan bersama Prabowo.
"Iya iya di antaranya. Nanti, ya kan baru mau pembahasan ya," ujar Rosan.