“Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” kata dia.
Pemerintah juga mempertimbangkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kemampuan guru yang belum merata. Salah satunya melalui kursus, penataran, dan program peningkatan kemampuan tenaga pendidik.
“Sekarang, ya terpaksa mungkin kita harus bikin kursus-kursus, penataran-penataran, upgrading guru-guru itu,” ujar Prabowo.
Selain peningkatan kompetensi guru, Prabowo menempatkan digitalisasi ruang kelas sebagai salah satu upaya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu guru meningkatkan kemampuan mengajar sekaligus memberikan materi pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa.
“Karena itulah saya mau lompat. Ini kesulitan, makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ. Berhitung, aritmatika, dan sebagainya. Ini salah satu langkah saya untuk lompat,” kata Prabowo.