Alternatif lain yang disiapkan yakni melibatkan aparatur sipil negara (ASN) yang sudah bekerja untuk menjalani penugasan singkat di sekolah tertentu. Penugasan tersebut dapat berlangsung selama dua atau tiga minggu sesuai kebutuhan dan kondisi daerah.
“Kita juga bisa berpikir, kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan, apakah dua minggu, tiga minggu,” jelasnya.
Selain kompetensi dan rekrutmen, Prabowo menilai kesejahteraan guru juga menjadi bagian penting dalam pembenahan pendidikan nasional. Pemerintah, kata dia, telah melakukan sejumlah upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut.
“Yang penting ini kita harus memperbaiki kesejahteraan guru dan kita sudah banyak lakukan dalam banyak hal,” tegasnya.
Dalam jangka panjang, pemerintah kini membahas kemungkinan menarik kembali kewenangan pengangkatan guru ke tingkat pusat. Pembahasan ini diarahkan pada upaya membangun sistem rekrutmen yang lebih objektif, terukur, dan berorientasi pada kualitas.
“Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang bicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat,” ujarnya.