Praktisi Hukum Sebut Ada Kejanggalan pada Kasus Dugaan Korupsi Pertamina

Anindita Trinoviana
Praktisi Hukum Petrus Selestinus dalam acara Speak After Lunch. (Foto: dok Tangkapan Layar YouTube Official iNews)

Petrus juga menilai, pada kasus blending ini seharusnya kerugian konsumen didahulukan dan tidak hanya fokus pada kerugian negara. Mengingat, kasus ini berkaitan langsung dengan masyarakat yang menjadi konsumen Pertamina. 

“Harusnya kerugian rakyat itu didahulukan, baru kerugian negara. Ini juga merupakan sebuah tanda tanya yang harus dijelaskan Kejaksaan Agung,” ujarnya. 

Oleh sebab itu, Petrus menilai bisa jadi hasil akhir nanti bukan lagi tindak korupsi tapi pelanggaran UU Perlindungan Konsumen. 

Di tengah berbagai kejanggalan kasus dugaan korupsi Pertamina Patra Niaga yang diselidiki oleh Kejaksaan Agung, Petrus berharap Kejaksaan Agung yang mengemban tugas kekuasaan negara di bidang penegakan hukum khususnya di penuntutan dan tugas-tugas lain sebagaimana diatur oleh undang-undang tidak mudah untuk diintervensi. 

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
Nasional
14 jam lalu

Perbaiki Konektivitas Bencana Sumatra, Bank Mandiri dan Kemenhan Bangun 5 Jembatan Bailey

Nasional
21 jam lalu

Daftar Harga BBM Pertamina 3 Januari 2026, Lengkap Pertalite hingga Pertamax

Nasional
1 hari lalu

Sederet Capaian Kementerian PANRB 2025, Dorong Transformasi Digital Pemerintah

Nasional
1 hari lalu

Kementerian PANRB Bangun Birokrasi Masa Depan Sepanjang 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal