Profil Ichsanuddin Noorsy: Ekonom yang Kritik Pedas Soal Utang Kereta Cepat dan Tata Kelola BUMN

Komaruddin Bagja
Profil Ichsanuddin Noorsy (Foto: iNews)

Ia turut menyoroti perubahan arah studi kelayakan dari Jepang ke China yang dipandang menyisakan banyak pertanyaan. Menurutnya, indikasi asimetri informasi menjadi isu serius yang patut diselidiki lebih dalam.

"Kemudian ini kok tiba-tiba bergeser. Ini ada informasi asimetri, nah informasi asimetri dari Jepang bocor ke China. Siapa yang mau bocorin? Siapa yang memimpin negosiasi begitu dan itu masih ditelusuri lebih dalam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Noorsy memandang proyek Whoosh sebagai gerbang masuk dominasi China di Indonesia. Ia menyebut empat bentuk pengaruh yang menonjol, yaitu modal, teknologi, material, dan tenaga kerja, yang disebutnya banyak didatangkan dari China.

Profil Ichsanuddin Noorsy relevan untuk memahami bagaimana kebijakan publik semestinya diuji dengan data, kerangka hukum, dan prinsip akuntabilitas agar manfaatnya nyata bagi rakyat. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Penumpang Whoosh dan LRT Melonjak usai Kecelakaan Kereta Bekasi, Tembus 45 Persen

Nasional
12 hari lalu

Rosan Sebut Solusi Utang Whoosh Sudah Ada, Segera Negosiasi dengan China

Nasional
13 hari lalu

Purbaya Ungkap Proyek Whoosh hingga LRT Minim Pengawasan, Bikin Biaya Membengkak

Nasional
13 hari lalu

Purbaya Ungkap Restrukturisasi Proyek Kereta Cepat Whoosh Rampung, Segera Diumumkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal