Profil Ichsanuddin Noorsy: Ekonom yang Kritik Pedas Soal Utang Kereta Cepat dan Tata Kelola BUMN

Komaruddin Bagja
Profil Ichsanuddin Noorsy (Foto: iNews)

Ia turut menyoroti perubahan arah studi kelayakan dari Jepang ke China yang dipandang menyisakan banyak pertanyaan. Menurutnya, indikasi asimetri informasi menjadi isu serius yang patut diselidiki lebih dalam.

"Kemudian ini kok tiba-tiba bergeser. Ini ada informasi asimetri, nah informasi asimetri dari Jepang bocor ke China. Siapa yang mau bocorin? Siapa yang memimpin negosiasi begitu dan itu masih ditelusuri lebih dalam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Noorsy memandang proyek Whoosh sebagai gerbang masuk dominasi China di Indonesia. Ia menyebut empat bentuk pengaruh yang menonjol, yaitu modal, teknologi, material, dan tenaga kerja, yang disebutnya banyak didatangkan dari China.

Profil Ichsanuddin Noorsy relevan untuk memahami bagaimana kebijakan publik semestinya diuji dengan data, kerangka hukum, dan prinsip akuntabilitas agar manfaatnya nyata bagi rakyat. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Biawak Tertabrak Whoosh, KCIC Catat Gangguan Perjalanan Sepanjang 2025

Nasional
7 hari lalu

Penumpang WNA Whoosh Terus Melonjak, Terbanyak Negara Mana?

Nasional
8 hari lalu

Penumpang WNA Whoosh Meningkat Tajam di 2025, Tembus 400.000 Orang

Nasional
8 hari lalu

Soal Wacana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya, AHY Ingatkan agar Tak Ulangi Kesalahan yang Sama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal