Qodari: Perlinsos Digital Pangkas Verifikasi Penerima Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit

Binti Mufarida
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari. (Foto: Binti Mufarida)

Qodari menjelaskan, percepatan tersebut dimungkinkan karena data kependudukan masyarakat dari berbagai instansi pemerintah dapat terhubung dan diverifikasi secara real-time. Dengan sistem ini, proses yang sebelumnya dilakukan secara manual maupun menggunakan data yang tidak mutakhir dapat diminimalkan.

Perlinsos Digital juga dirancang untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bansos, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Sistem tersebut menggunakan filter kelayakan yang lebih komprehensif dengan memanfaatkan data dari delapan kementerian dan lembaga. Sejumlah indikator yang digunakan antara lain kepemilikan tanah, akses listrik, kondisi rumah, usia, kepemilikan kendaraan roda empat, status kepegawaian, upah, serta indikator lainnya.

Pengembangan sistem ini salah satunya dilatarbelakangi persoalan inclusion error dalam penyaluran bansos. Kondisi tersebut terjadi ketika masyarakat yang sebenarnya tidak memenuhi syarat justru tercatat sebagai penerima bantuan.

Qodari mengungkapkan, berdasarkan laporan Kementerian Sosial, sekitar 45 persen bansos masih mengalami inclusion error.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
1 hari lalu

Miris! 1 Juta Anak Penerima Bansos Terindikasi Main Judi Online

16 hari lalu

Ekspedisi Merah Putih di Pelalawan, Polda Riau Bawa Bansos hingga Tanam 1.000 Bibit Mangrove

23 hari lalu

Kemensos Siapkan Uji Coba Penyaluran Bansos di 900 Titik Kopdes Merah Putih

28 hari lalu

Pemerintah Putuskan Seluruh Bansos Dibagikan Lewat Kopdes Merah Putih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal