Rangkul Google, Kemdikbud Diminta Transparan dan Akuntabel soal Digital Asing

Rizki Maulana
Langkah Kemdikbud kembali disorot setelah menggandeng Google. (Foto: Kemdikbud).

Menurut Doni, mekanisme kerja sama itu yang menjadi pertanyaan. Apakah dana BOS secara eksplisit diperbolehkan untuk pembelian platform berbayar dengan menyebut merek tertentu?

Dia pun menyesalkan dalam rilis Kemdikbud menyebut merek tertentu, seperti Netflix dan Google, yang seharusnya tidak boleh disebutkan.

Selain itu, Doni menjelaskan platform kerja sama Kemdikbud dengan Google dan Netflix hanya bisa diakses siswa tertentu saja, meski disebut gratis. Pasalnya, tidak semua siswa paham dalam mengakses atau melihat langsung tayangan berbayar secara gratis, karena keterbatasan ketersediaan ponsel dan pulsa siswa.

"Ketika saya coba masuk (mengakses) karena Kementerian bilangnya gratis, tetapi rupanya hanya sebagian. Menurut saya, nggak benar seperti ini, karena jika harus memasukkan database tentu setiap siswa harus mengeluarkan pulsa, tetapi tidak semua siswa punya handphone," kata Doni.

Selain itu, dia menyoroti kedaulatan data yang perlu dijaga. Doni mengkhawatirkan Google menyaring basis data dari 50 juta anak Indonesia di tingkat dasar hingga menengah atas yang akan mengakses Google Arts and Culture dan Classroom Google.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
23 hari lalu

Netflix bakal PHK 1.000 Karyawan, Terbesar sejak 2022

30 hari lalu

Google Doodle Hari Ini Rayakan World Space Week 2026, Ada Nebula Carina

1 bulan lalu

Google Doodle Hari Ini 27 September 2026 Rayakan Ulang Tahun Google

1 bulan lalu

Hakim Bagi Beban Uang Pengganti Kasus Chromebook: Nadiem 35%, Google 50%, Korporasi 15%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal