Rokok Ilegal Makin Marak, Penjualan Gudang Garam Anjlok Rp3,19 Triliun

Iqbal Dwi Purnama
ilustrasi rokok ilegal makin marak dijual di Indonesia (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Produksi rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun sekitar Rp3,2 miliar batang pada semester I 2026. Penurunan tersebut terjadi di tengah kenaikan cukai, pelemahan daya beli masyarakat, serta maraknya peredaran rokok ilegal tanpa cukai.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman, mengatakan perseroan memproduksi sekitar 23,7 miliar batang rokok pada semester I 2025. Jumlah tersebut turun menjadi sekitar 20,5 miliar batang pada periode Januari-Juni 2026.

Penurunan volume produksi ikut berdampak pada pendapatanpenjualan. Pada semester I 2025, penjualan GGRM mencapai Rp44,36 triliun. Angka tersebut turun Rp3,19 triliun menjadi Rp41,17 triliun pada semester I 2026.

"Kalau kita masukan pada cost of revenue, itu mengalami penurunan sekitar Rp13,3 persen, sejalan dengan menurunnya volume penjualan," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Penurunan volume produksi dan penjualan juga membuat pengeluaran operasional rutin perseroan ikut menyusut. Operating expenses GGRM turun dari Rp3,4 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
3 hari lalu

BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Rp27,5 Triliun, Tertinggi dalam Sejarah 

3 hari lalu

BNI Bukukan Laba Bersih Rp16,1 Triliun hingga Kuartal III 2026, Naik 6,6 Persen

4 hari lalu

Kinerja Positif, Pendapatan MSIN Tembus Rp2 Triliun di Semester I 2026

16 hari lalu

Pertumbuhan Industri Tembakau Nyaris Nol, Menperin Dorong Produsen Rokok Ilegal Masuk Jalur Legal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal