Selain bukti, Roy mengaku telah menyiapkan sejumlah saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan pokok perkara di PN Jakarta Timur.
Dia menyebut para saksi tersebut belum pernah muncul di hadapan publik melalui pemberitaan media. Menurutnya, mereka akan memberikan keterangan terkait sejumlah hal yang menjadi dasar argumennya mengenai ijazah Jokowi.
"Nanti akan banyak wajah-wajah yang kemarin belum pernah muncul dan itu akan muncul, akan membuktikan Oh itu KKN-nya dulu salah, Oh itu dosen pembimbingnya dulu yang bener," jelasnya.
Roy mengatakan, pihaknya sengaja tidak mengungkap identitas maupun keterangan para saksi tersebut sebelum persidangan. Langkah itu dilakukan agar bukti dan keterangan mereka tidak diketahui lebih dahulu oleh pihak yang berseberangan dengannya.
"Sosok-sosok itu. Iya. Jadi kita tidak mengumbar memang. Kalau diumbar udah dihabisin dari awal. Jadi sengaja kita simpan supaya nanti tidak langsung dihabisi. Karena memang yang kita lawan ini bukan main-main," kata Roy.
Sidang perdana perkara tersebut dijadwalkan berlangsung di PN Jakarta Timur pada 17 September 2026. Roy sebelumnya juga menyatakan tidak akan lagi mengajukan praperadilan dan akan fokus menghadapi persidangan pokok perkara.