Ketidakpastian geopolitik semakin meningkat setelah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.
Hasil pemilihan tersebut sempat memunculkan harapan adanya tekanan politik untuk mempercepat penyelesaian konflik. Namun, hasil tersebut belum menjamin tercapainya terobosan diplomatik.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membahas perkembangan diplomasi untuk mendorong stabilitas kawasan melalui pembicaraan telepon terpisah dengan mitranya dari Arab Saudi dan Qatar. Komunikasi tersebut menunjukkan jalur diplomasi masih terbuka.
Kekhawatiran pasokan energi juga meluas ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Berdasarkan analisis video Reuters, kilang Ryazan yang merupakan salah satu kilang terbesar di Rusia diduga menjadi sasaran serangan pesawat nirawak atau drone pada malam sebelumnya.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi kekhawatiran investor mengenai kondisi fiskal Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).