Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Tangguh Yudha
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.089 per dolar AS pada perdagangan Jumat (6/11/2026) akibat tekanan geopolitik dan kekhawatiran fiskal. (Foto: ist)

Ketidakpastian geopolitik semakin meningkat setelah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.

Hasil pemilihan tersebut sempat memunculkan harapan adanya tekanan politik untuk mempercepat penyelesaian konflik. Namun, hasil tersebut belum menjamin tercapainya terobosan diplomatik.

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membahas perkembangan diplomasi untuk mendorong stabilitas kawasan melalui pembicaraan telepon terpisah dengan mitranya dari Arab Saudi dan Qatar. Komunikasi tersebut menunjukkan jalur diplomasi masih terbuka.

Kekhawatiran pasokan energi juga meluas ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Berdasarkan analisis video Reuters, kilang Ryazan yang merupakan salah satu kilang terbesar di Rusia diduga menjadi sasaran serangan pesawat nirawak atau drone pada malam sebelumnya.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi kekhawatiran investor mengenai kondisi fiskal Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.168 per Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

7 hari lalu

Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS

8 hari lalu

Hashim Beri Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal