Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Tangguh Yudha
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.089 per dolar AS pada perdagangan Jumat (6/11/2026) akibat tekanan geopolitik dan kekhawatiran fiskal. (Foto: ist)

“Di sisi lain, komitmen belanja pemerintah yang besar membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit sehingga menimbulkan perhatian investor terhadap defisit anggaran dan keberlanjutan fiskal,” kata Ibrahim.

Sebagai gambaran, hingga akhir Oktober 2026, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mencapai USD93 per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi APBN.

Pemerintah juga menaikkan anggaran subsidi dan kompensasi energi dari Rp338 triliun menjadi Rp500 triliun. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan lainnya.

Tekanan terhadap rupiah semakin besar akibat arus keluar modal asing yang masih berlanjut. Investor cenderung berhati-hati karena mempertimbangkan risiko pelemahan rupiah, inflasi impor, serta ketahanan fiskal pemerintah.

Menurut Ibrahim, pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat belum tentu langsung mendorong penguatan rupiah. Investor juga memperhatikan kualitas pertumbuhan ekonomi, kemampuan pemerintah membiayai belanja negara, risiko defisit anggaran, dan konsistensi kebijakan ekonomi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.168 per Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

7 hari lalu

Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS

8 hari lalu

Hashim Beri Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal