Jika kekhawatiran terhadap kondisi fiskal terus meningkat dan arus modal asing masih keluar, rupiah berpotensi tetap berada dalam tekanan.
Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam kisaran Rp18.080-Rp18.130 per dolar AS.
Untuk perdagangan pekan depan, rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.920-Rp18.220 per dolar AS. Sementara itu, sepanjang November 2026, Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi melemah hingga menyentuh Rp18.500 per dolar AS.