JAKARTA, iNews.id - Pasar keuangan Indonesia mengalami guncangan hebat pada perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026). Nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal yang ekstrem di Timur Tengah dan kekhawatiran fiskal di dalam negeri.
Menurutnya, faktor utama yang mengagetkan pasar adalah terpilihnya Muqtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran menggantikan Ayatullah Ali Khamenei. Sosoknya yang dinilai fundamentalis diprediksi akan memperpanjang eskalasi konflik di Timur Tengah, ditambah dengan retensi keras dari pihak Donald Trump.
"Trump mengatakan akan memusnahkan, akan mengganti rezim yang ada di Iran. Ini yang membuat apa? Ketegangan di Timur Tengah melonjak tinggi berakibat terhadap penutupan Selat Hormuz. Banyak analis yang mengatakan kemungkinan besar harga minyak mentah ini akan mencapai level 200 dolar AS per barel apabila dalam jangka waktu 1 bulan ini belum ada penyelesaian tentang krisis di Timur Tengah," ucap Ibrahim dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah yang kini berada di kisaran 117 dolar AS per barel dikhawatirkan akan memicu krisis ekonomi global yang serupa dengan tahun 2008 akibat terganggunya jalur energi di Selat Hormuz.