Salju Abadi Puncak Jaya Papua Terancam Punah, BMKG: Penipisan 5 Meter per Tahun 

Binti Mufarida
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Foto dok BMKG).

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut kondisi ”salju abadi” atau tutupan es di Puncak Jaya, Papua, semakin mengkhawatirkan karena terus mencair akibat dampak perubahan iklim. Fenomena El Nino yang terjadi tahun ini berpotensi turut mempercepat kepunahan tutupan es di Puncak Jaya tersebut. 

Dwikorita mengatakan saat terjadi El Nino kuat pada tahun 2015-2016, penipisan es pun mencapai 5 meter per tahun.

“Ekosistem yang ada di sekitar salju abadi menjadi rentan dan terancam. Perubahan iklim juga berdampak pada kehidupan masyarakat adat setempat yang telah lama bergantung pada keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah tersebut,” ungkap Dwikorita dalam keterangannya, dikutip Rabu (23/8/2023).

Dwikorita menerangkan, Indonesia menjadi salah satu lokasi unik di wilayah tropis karena memiliki salju abadi. Salju abadi di Puncak Jaya, kata dia, adalah sebuah keajaiban alam yang menarik banyak perhatian dari kalangan ilmuwan, peneliti, serta pecinta alam.  

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, dilaporkan terjadi penurunan drastis luas area salju abadi tersebut.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
10 jam lalu

Breaking News: Gempa Terkini M6,1 Guncang Nias Selatan Sumut Siang Ini

13 jam lalu

BMKG Catat 2.119 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Waspada Bangunan Rusak

3 hari lalu

235 Gempa Susulan Guncang NTT usai Gempa M7,7, Terbesar M6,2

3 hari lalu

Dampak Gempa M 7,7 NTT, Pelabuhan Maumere hingga Hotel di Labuan Bajo Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal