Dalam uji kelayakan tersebut, Sarjito menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai menjadi tantangan sektor komoditas strategis nasional. Beberapa di antaranya praktik under invoicing, transfer pricing, hingga mekanika penentuan harga pasar.
Sarjito menilai prioritas utama BMKS adalah membangun integritas pasar agar dapat menjadi rujukan yang kredibel.
"Apa yang terpenting? Yaitu trusted market. Karena market yang bagus pasti akan dipakai untuk arbitrage. Price arbitrage, bukan supervisory dan regulatory arbitrage," ujar Sarjito dalam agenda fit and proper test.
Sarjito memiliki pengalaman panjang di sektor regulator keuangan. Dia pernah menduduki posisi Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal OJK serta Deputi Komisioner Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK hingga Juli 2024.
Pada periode tersebut, dia juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).