Sejarah Letusan Gunung Krakatau, 1883 Paling Dahsyat

Irfan Ma'ruf
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 2018 lalu. (Foto: dok Antara).

Dalam sejarahnya, Gunung Anak Krakatau muncul setelah Gunung Krakatau meletus. Erupsi dahsyat itu terjadi pada 1883.

Saking dahsyatnya, kawasan Eropa bahkan sampai gelap karena tertutup abu vulkanik dari gunung ini. Dampak letusan, setidaknya 36.417 orang meninggal dunia akibat tsunami.

Letusan Krakatau terjadi 26 Agustus 1883 (gejala muncul awal Mei). Puncak letusan hebat meruntuhkan kaldera. Sehari kemudian atau 27 Agustus, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai dan melenyapkan sebagian besar pulau di sekelilingnya.

Pada 1927 muncul gunung api di permukaan laut yang kemudian dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau. Gunung kecil itu terus-menerus meletus untuk tumbuh. Rata-rata setiap tahun bertambah tinggi 4-6 meter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pernah menyatakan, letusan pada 1883 akan sulit terulang kembali. Letusan-letusan yang terjadi hampir setiap hari dari Gunung Anak Krakatau sekarang ini merupakan fenomena biasa. Seperti halnya anak dalam fase pertumbuhan, Gunung Anak Krakatau juga meletus untuk membesar dan meninggikan tubuhnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
15 jam lalu

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dan OMC Tangani Karhutla Way Kambas

22 jam lalu

BNPB: 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam, Kalteng Prioritas Penanganan

24 jam lalu

Karhutla Way Kambas Belum Padam, 350 Personel Dikerahkan hingga ke Titik Api

2 hari lalu

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Karhutla, Personel Gabungan dan Alutsista Ditambah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal