Semangat Santri di Tengah Keterbatasan Fasilitas Pesantren

Tim iNews.id
Santri Hidayatul Ihsan tengah mengaji di ruang kelas yang terbuat dari kayu.

Ridwan Fauzi dari tim ACT Tasikmalaya, menjelaskan kondisi bangunan Pesantren Hidayatul Ihsan sudah mulai rusak. Dinding dan lantainya mulai lapuk karena terbuat dari bambu. Jika dilihat dari kejauhan, bangunan ini mirip seperti gubuk atau saung bambu.

Tak hanya itu, para santri juga tidur beralaskan tikar dan berdesakan. Untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK) mereka harus berjalan kurang lebih 200 meter dari lokasi.

"Karena dimakan usia, bambu dan kayu sudah mulai lapuk. Kalau malam, udara dingin juga mudah masuk lewat celah dinding. Santri tidur beralas tikar tanpa kasur serta berdesakan. Pesantren belum bisa merenovasi karena terkendala biaya. Untuk kegiatan MCK pun santri harus melakukannya di tempat yang cukup jauh, sekitar 200 meter dari lokasi pesantren,” tutur Ridwan.

Sementara itu, Pesantren Hidayatul Ihsan hanya memiliki enam orang pengajar. Semua pengajar bekerja secara sukarela. Tak ada bayaran. Akan tetapi pengajar seluruhnya tetap istikamah.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
22 hari lalu

Perpres Diteken Prabowo, Kemenag Segera Punya Ditjen Pesantren

Nasional
29 hari lalu

Arus Balik di Lingkar Gentong Ramai Lancar pada H+6 Lebaran

Nasional
1 bulan lalu

Simak, Ini Skema One Way Puncak Arus Balik Lebaran di Lingkar Gentong

Kuliner
1 bulan lalu

Kedai Kopi di Kaki Gunung Galunggung Ini Siap Manjakan Lidah dan Mata, Wajib Coba!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal