Soal 5 Juta Buruh Bakal Mogok Nasional terkait UMP, Ini kata Presiden KSPI

Giffar Rivana
Buruh agendakan mogok nasional menolak kenaikan UMP yang dinilai tidak sesuai. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Buruh bakal menggelar mogok nasional yang rencananya berlangsung antara tanggal 30 November sampai 13 Desember 2023. Hal ini disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Dia mengatakan, ada sebanyak 5 juta buruh dari 100.000 pabrik di lebih dari 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia akan ikut dalam agenda mogok nasional tersebut.

“Mogok nasional yang diikuti 5 juta buruh tersebut menghentikan produksi atau setop produksi. Buruh keluar dari pabrik, keluar dari lokasi pabrik, menuju gerbang di luar pabrik serta sebagian besar ke kantor pusat pemerintahan,” ujar Said Iqbal, Jumat (24/11/2023).

Said menjelaskan jika mogok nasional sah sesuai hukum. Dasar hukumnya yakni UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Salah satu pasal tersebut menyatakan serikat buruh mengorganisir pemogokan sebagai salah satu fungsinya. 

Bentuk mogok yang dimaksud UU 21 Tahun 2000 diatur dalam dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 yaitu unjuk rasa atau menyampaikan pendapat di muka umum. Jadi bukan mogok kerja yang diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 yang harus didahului perundingan dengan manajemen perusahaan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
18 hari lalu

Said Iqbal Ungkap Penyebab Banyak Pabrik di RI Bangkrut, Ini Biang Keroknya

19 hari lalu

Presiden KSPI: Kenaikan Upah Minimum Bukan Penyebab Perusahaan Tutup dan PHK

19 hari lalu

Buruh Usul Upah Minimum 2027 Naik hingga 9,5%, Ini Alasannya

24 hari lalu

Pemerintah bakal Atur Upah hingga Jaminan Sosial Ojol-Kurir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal