Dalam kesempatan tersebut, Suahasil juga menyampaikan perkembangan realisasi APBN hingga 31 Agustus 2026. Dia menyebut kinerja sejumlah komponen APBN menunjukkan pertumbuhan positif.
Pendapatan negara tercatat tumbuh 25,4 persen, dengan penerimaan pajak meningkat 24,1 persen. Sementara itu, penerimaan Bea dan Cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai 41,7 persen. Menurut Kemenkeu, pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi faktor pendapatan tak berulang atau one-off factor.
Di sisi belanja, realisasi belanja negara tumbuh 17,1 persen. Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun, meningkat 33 persen dibandingkan posisi akhir Agustus 2025 yang sebesar Rp686,0 triliun.
Keseimbangan primer juga masih tercatat positif sebesar Rp154,0 triliun. Adapun defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara itu, realisasi pembiayaan mencapai Rp473,5 triliun atau 68,7 persen dari target APBN. Pemerintah menyebut posisi tersebut masih sesuai jalur menuju proyeksi defisit akhir tahun sekitar 2,85 persen terhadap PDB.