JAKARTA, iNews.id - Forum Solidaritas Hakim Ad Hoc (FSHA) Indonesia melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka pada tanggal 22-23 Januari 2026 kepada Polri. Mereka bakal menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Rencana unjuk rasa tersebut rencananya akan digelar di depan Istana Merdeka agar para hakim ad hoc seluruh Indonesia dapat menyampaikan aspirasi dan tuntutan langsung di hadapan Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Juru Bicara FSHA Indonesia Ade Darusalam kepada awak media, Kamis (8/1/2026).
Menurut Ade, demo tersebut didasari dari rasa kecewa para Hakim Ad Hoc yang selama ini merasa terpinggirkan dan tidak diperhatikan kesejahteraannya.
"Apalagi selama ini hakim ad hoc hanya punya satu pemasukan dan tunjangan uang kehormatan saja. Hakim ad hoc tidak punya gaji pokok, tidak punya tunjangan pajak, dan tunjangan lain sebagaimana hakim karier. Hal Ini tentunya kian mempertebal nuansa diskriminatif yang dialami oleh hakim ad hoc," ujarnya.
Menurutnya, para hakim ad hoc adalah sosok yang direkrut dari kalangan profesional, praktisi, dan akademisi dengan pengalaman bertahun-tahun bahkan hingga berpuluh tahun yang sudah tidak diragukan lagi keilmuannya dalam bidang kekhususannya masing-masing. Hal tersebut dinilai sebuah ironi.