Termokimia: Pengertian, Persamaan hingga Reaksinya Lengkap

Kezia Veronica Corne
Ilustrasi materi termokimia adalah

JAKARTA, iNews.id - Termokimia adalah salah satu pengetahuan dasar dari reaksi kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas. Termokimia mempelajari tentang proses reaksi kimia, yaitu proses pelepasan panas.

Proses pelepasan atau pembakaran sebenarnya banyak terjadi di sekitar kita, misalnya api yang menyala di kompor untuk memasak. Namun, tahukah kamu, kalau proses pembakaran tadi berhubungan dengan hasil dari reaksi kimia, yaitu termokimia.

Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Termokimia?

Dikutip dari buku "Kimia Teknik" oleh Irwandi, termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Secara operasional, termokimia berkaitan dengan pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.

Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi. Termokimia sendiri merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor (panas) yang menyertai reaksi kimia. 

Sistem dan Lingkungan

Dalam rangkuman termokimia, terdapat beberapa istilah yang harus diketahui termasuk sistem dan lingkungan. Sistem adalah sekumpulan elemen atau unsur yang saling memengaruhi antara satu dengan yang lain.

Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem yang ikut mempengaruhi dan membatasi sistem itu. 

Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm

Pada termokimia, terdapat panas reaksi yang dihasilkan dari perubahan energi dalam proses kimia. Reaksi tersebut terdiri dari 2 reaksi, yaitu reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. 

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau reaksi yang menghasilkan energi (membakar energi). Contoh termokimia reaksi eksoterm adalah pembakaran kayu, pembakaran metana, pembakaran propana, dan reaksi antara serbuk alumunium dan besi oksida. 

Adapun ciri-ciri dari reaksi eksoterm adalah seperti berikut ini.

  • -Sistem melepas kalor ke lingkungan
  • -Perubahan entalpi (∆H) bertanda negatif (Hproduk<Hreaktan)
  • -Ditandai dengan kenaikan suhu

Sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau reaksi yang memerlukan energi (menyerap energi). Contoh reaksi endoterm, yaitu reaksi antara barium hidroksida (Ba(OH)2)

Adapun ciri-ciri dari reaksi endoterm adalah seperti berikut ini.

  • -Sistem menyerap kalor di lingkungan
  • -Perubahan entalpi (∆H) bertanda positif (Hproduk>Hreaktan)
  • -Ditandai dengan penurunan suhu 
Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Peran Ilmuwan Palestina Omar M Yaghi hingga Diganjar Hadiah Nobel Kimia 2025

57 tahun lalu

25 Contoh Soal OSN Kimia Beserta Kunci Jawaban Untuk Tingkat SMA Terbaru

57 tahun lalu

Contoh Soal Larutan Penyangga, Lengkap dengan Pembahasannya

57 tahun lalu

15 Contoh Soal Bioteknologi dan Kunci Jawabannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal