Keputusan untuk menerbitkan kembali Serambi Indonesia enam hari setelah tsunami menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan pers Aceh. Saat masyarakat membutuhkan kabar dan informasi di tengah situasi penuh ketidakpastian, media tersebut kembali hadir.
Bagi keluarga, Sjamsul Kahar adalah seorang ayah. Bagi insan pers, ia merupakan bagian dari generasi yang ikut membangun fondasi jurnalistik Aceh.
Sementara bagi masyarakat Aceh, namanya akan terus terkait dengan perjalanan Serambi Indonesia dan sejarah pers di provinsi tersebut.
Kepergian Sjamsul Kahar meninggalkan duka bagi keluarga dan komunitas pers Aceh. Namun, kiprahnya selama puluhan tahun akan tetap menjadi bagian dari sejarah perkembangan jurnalistik di Aceh.