Dia menilai akurasi data penerima bantuan sosial menjadi faktor kunci agar tidak ada warga miskin yang terlewat dari perhatian pemerintah.
“Bersama pemerintah daerah, kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, dan kita harapkan tidak ada yang tidak terdata. Ini hal yang sangat penting saya kira, kembali kepada data,” katanya.
Gus Ipul menambahkan, data yang valid dan akurat akan menentukan efektivitas program bantuan sosial agar tepat sasaran dan mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan perlindungan.
“Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu, dan ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” ucapnya.
Sebelumnya, kasus siswa SD bunuh diri di Ngada menjadi sorotan luas setelah polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan korban yang ditujukan kepada sang ibu.