Gus Ipul menambahkan, data yang valid dan akurat akan menentukan efektivitas program bantuan sosial agar tepat sasaran dan mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan perlindungan.
“Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu, dan ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” ucapnya.
Sebelumnya, kasus siswa SD bunuh diri di Ngada menjadi sorotan luas setelah polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan korban yang ditujukan kepada sang ibu.
Surat tersebut ditemukan saat anggota Polres Ngada melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Kamis (29/1/2026) siang.
Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh, tidak jauh dari pondok sederhana tempat dia tinggal bersama neneknya.
Dalam surat yang ditulis menggunakan bahasa daerah Ngada, korban menyampaikan pesan perpisahan kepada ibunya yang dipanggil Mama Reti. Surat itu diawali dengan kalimat “Kertas Tii Mama Reti” dan diakhiri dengan pesan “Molo Mama”.
Di bagian akhir surat, korban juga menggambar wajah menangis yang semakin memperkuat kesan pilu dalam kasus siswa SD bunuh diri di Ngada tersebut.