Viral Video Menteri Nusron Wahid Dijemput Paksa, Jubir KPK Buka Suara

Nur Khabibi
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo beri keterangan soal video viral yang menyebut Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dijemput paksa setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik. (Foto: iNews/Nur Khabibi)

KPK belum mengungkapkan kapan pemanggilan berikutnya akan dilakukan. Namun, Budi berharap pihak yang dimaksud bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik.

Menurutnya, keterangan Nusron sebagai Menteri ATR BPN diperlukan untuk membantu penyidik memahami perkara secara menyeluruh, termasuk peran masing-masing tersangka dan pihak lain yang terkait.

"Artinya, keterangan Saudara NW selaku Menteri ATR/BPN dibutuhkan oleh penyidik untuk menjelaskan bagaimana duduk persoalan ini secara utuh, bagaimana peran dari masing-masing tersangka, bagaimana peran dari para pihak," ujarnya.

Budi menambahkan, keterangan tersebut juga dibutuhkan untuk menilai kemungkinan pengembangan perkara lebih lanjut, terutama jika ditemukan pihak lain yang memiliki peran penting.

"Apakah kemudian perkara ini berhenti di titik ini atau kemudian masih terus dapat dikembangkan kepada pihak-pihak yang memang punya peran sentral, baik terkait dengan alur perintah ataupun aliran uangnya," sambungnya.

KPK pun menegaskan bahwa video yang beredar tidak dapat dijadikan bukti bahwa Nusron telah dijemput paksa oleh penyidik. Sementara itu, langkah lanjutan terkait pemanggilan akan ditentukan berdasarkan perkembangan penanganan perkara.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 hari lalu

Imigrasi Pastikan Belum Terima Permohonan Pencekalan Nusron Wahid

2 hari lalu

Imigrasi Ungkap Perjalanan Nusron Wahid ke Malaysia, Sempat Terdeteksi di Singapura Lewat Batam

3 hari lalu

MAKI Sebut KPK Bisa Jemput Paksa Nusron Wahid di Bandara Malam Ini usai 2 Kali Mangkir

4 hari lalu

Nusron Wahid 2 Kali Mangkir Pemeriksaan, MAKI: KPK Bisa Langsung Jemput Paksa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal