Wamen ESDM Sebut EBT Bikin Harga Listrik Lebih Murah, Begini Dampaknya ke Industri

Iqbal Dwi Purnama
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)

"Dengan murahnya harga listrik di Pakistan, industri-industri manufaktur di Pakistan itu justru dikerjakan oleh masyarakat, skalanya adalah usaha mikro kecil," tuturnya.

Yuliot menyebut, kondisi tersebut memperlihatkan eratnya hubungan antara ketersediaan energi dengan aktivitas ekonomi. Harga energi yang murah dapat memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan manufaktur, termasuk dalam skala mikro dan kecil.

Yuliot juga menyoroti China yang dinilai memiliki daya saing industri tinggi karena didukung harga listrik yang relatif murah. Industri teknologi tinggi (high-tech) di China bahkan memperoleh harga listrik khusus sekitar 4 sen dolar AS per kWh.

Menurut dia, harga listrik tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat sektor manufaktur China dapat berkembang lebih pesat.

Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga listrik di Indonesia yang saat ini berada di kisaran 8 sen dolar AS per kWh.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 hari lalu

BNPB Lapor Listrik dan BBM Mulai Pulih Pascagempa NTT

7 hari lalu

Danantara Mulai Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi, Investasinya Rp3 Triliun

8 hari lalu

Bahlil Buka Opsi Danantara Garap Proyek PLTS 100 GW, Ini Syaratnya

8 hari lalu

Prabowo Luncurkan Proyek PLTS 100 GWp di Bali: Kita Bangsa yang Berdiri di Atas Kaki Sendiri!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal