Wamen ESDM Sebut EBT Bikin Harga Listrik Lebih Murah, Begini Dampaknya ke Industri

Iqbal Dwi Purnama
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)

"Dengan murahnya harga listrik di Pakistan, industri-industri manufaktur di Pakistan itu justru dikerjakan oleh masyarakat, skalanya adalah usaha mikro kecil," tuturnya.

Yuliot menyebut, kondisi tersebut memperlihatkan eratnya hubungan antara ketersediaan energi dengan aktivitas ekonomi. Harga energi yang murah dapat memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan manufaktur, termasuk dalam skala mikro dan kecil.

Yuliot juga menyoroti China yang dinilai memiliki daya saing industri tinggi karena didukung harga listrik yang relatif murah. Industri teknologi tinggi (high-tech) di China bahkan memperoleh harga listrik khusus sekitar 4 sen dolar AS per kWh.

Menurut dia, harga listrik tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat sektor manufaktur China dapat berkembang lebih pesat.

Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga listrik di Indonesia yang saat ini berada di kisaran 8 sen dolar AS per kWh.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
15 hari lalu

ESDM Kaji Gasifikasi Batu Bara Jadi Metanol-Biodiesel, Siapkan Insentif Pajak Baru

16 hari lalu

Rencana Tukar Guling Geo Dipa dan PNM Batal, Ini Penyebabnya

19 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

26 hari lalu

Bahlil Ungkap 10.000 Desa Belum Terjangkau Listrik, Ini Tantangannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal