Wamen ESDM Ungkap Subsidi Energi RI Bisa Bengkak hingga Rp700 Triliun, Ini Penyebabnya

Iqbal Dwi Purnama
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (Foto: iNews.id)

Indonesia juga menghadapi potensi kenaikan kebutuhan anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi, termasuk BBM, listrik, dan elpiji.

"Kalau ini ada peningkatan sekitar Rp300 triliun, dampaknya juga ada defisit pembiayaan yang dibiayai dari APBN, khususnya pada tahun 2026 ini," ujarnya.

Menghadapi risiko tersebut, pemerintah mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Langkah ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Yuliot menilai ketersediaan energi yang cukup dengan harga terjangkau menjadi salah satu fondasi aktivitas ekonomi dan hilirisasi industri. Pengembangan EBT juga berpotensi membuka investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas akses energi bagi masyarakat.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan pengembangan EBT. Sejumlah strategi lain disiapkan untuk memperkuat kemandirian energi, termasuk meningkatkan produksi minyak nasional.

Produksi minyak ditargetkan naik dari sekitar 600.000 barel per hari saat ini menjadi sekitar 1 juta barel per hari pada 2030.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
12 hari lalu

Anggaran Subsidi Energi Naik Jadi Rp272,9 Triliun di RAPBN 2027, ESDM Ungkap Penyebabnya

13 hari lalu

Purbaya Ungkap Rencana Pembatasan Pertalite, Warga Desil 10 Jadi Sasaran

15 hari lalu

Pemerintah Siapkan Rp272,9 Triliun untuk Subsidi BBM hingga Elpiji 3 Kg di 2027, Ini Rinciannya

22 hari lalu

Pemerintah Targetkan Pembatasan Pertalite Mulai Akhir 2026, Orang Kaya Dilarang Beli BBM Subsidi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal