Jika hanya memperhitungkan kepemilikan Dwimuria di BCA, nilai saham yang sebelumnya dimiliki Michael di perusahaan holding tersebut setidaknya mencapai 11,7 miliar dolar AS atau setara Rp208,54 triliun per 11 Agustus 2026.
Selain kepemilikan di sektor perbankan, keempat anak Michael juga memiliki kepentingan dalam berbagai bisnis keluarga Hartono.
Kerajaan bisnis keluarga tersebut mencakup sektor perbankan, industri rokok, pusat perbelanjaan, hingga perkebunan. Keluarga Hartono juga merupakan pemilik Djarum, salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.
Pengalihan harta tersebut menjadi contoh bagaimana kekayaan yang dibangun oleh taipan-taipan besar Asia mulai berpindah ke generasi berikutnya.
Nilai transfer kekayaan keluarga Hartono bahkan melampaui warisan sekitar 10 miliar dolar AS yang ditinggalkan mendiang Wee Cho Yaw, tokoh utama keluarga pemilik United Overseas Bank (UOB) di Singapura.