“Artinya apa? Ada Rp263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik, konsumen yang biasanya beli 1 kg bisa menjadi 1,5 kg,” sebutnya.
Selain menyerap hasil panen, koperasi juga akan mempermudah distribusi pupuk hingga tingkat desa. Petani pun dapat menjual gabah langsung ke koperasi tanpa harus menuju gudang Bulog.
Amran menambahkan koperasi juga akan menjalankan fungsi distribusi melalui Agrinas Pangan untuk menyalurkan komoditas dari daerah surplus ke wilayah yang kekurangan pasokan.
“Jadi ada dua fungsi, offtaker. sayur-sayuran yang selama ini biasa kita lihat tomat dibuang, sayur dibuang, cabai dibuang karena harganya murah. Tapi di Timur, di Aceh murah tapi di Timur mahal. Nah, inilah fungsi Agrinas Pangan nanti mengorganize dari Sabang sampai Merauke,” ucap Amran.