Dominasi LFP tidak terlepas dari sejumlah keunggulannya, termasuk biaya, keamanan, serta daya tahan. Selama beberapa tahun terakhir, peningkatan performa LFP juga banyak didorong oleh optimalisasi desain paket baterai.
Teknologi cell-to-pack (CTP) yang dikembangkan produsen seperti CATL serta Blade Battery generasi kedua BYD memungkinkan baterai menggunakan ruang secara lebih efisien. Material tidak aktif di antara sel dan komponen paket dapat dikurangi sehingga kapasitas baterai dapat ditingkatkan tanpa memperbesar ukuran paket secara signifikan.
Namun, semakin optimal desain paket, ruang peningkatan dari sisi pengemasan juga semakin terbatas. Karena itu, pengembangan sel dengan kepadatan energi lebih tinggi kembali menjadi perhatian.
Kepadatan Energi Tembus 200 Wh/kg
LFP generasi keempat yang dipaparkan di WPBC 2026 dilaporkan mampu melewati angka 200 Wh/kg pada tingkat sel. Pencapaian ini menjadi penting karena kepadatan energi sekitar 200 Wh/kg masih relatif jarang ditemukan pada aplikasi LFP secara luas.
Sebagai pembanding, BYD memiliki lini Blade 2.0 dengan beberapa format sel. Versi Short Blade memiliki rating sekitar 160 Wh/kg, sedangkan Long Blade untuk aplikasi tertentu dapat mencapai hingga 210 Wh/kg pada tingkat sel.