Pengembangan LFP terbaru tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan pemadatan material. Kepadatan bubuk LFP yang dipadatkan disebut berada di kisaran 2,65-2,80 gram per cm³, sedangkan kepadatan energi volumetriknya dilaporkan melampaui 430 Wh/L.
Meski demikian, angka tersebut merupakan parameter material dan sel. Nilainya tidak bisa disamakan secara langsung dengan kepadatan energi paket baterai jadi karena masih terdapat sistem pendingin, struktur, koneksi listrik, dan komponen lain yang menambah bobot serta volume.
Pemadatan Elektroda Jadi Tantangan
Peningkatan kepadatan energi LFP tidak hanya berkaitan dengan memasukkan lebih banyak material aktif ke dalam sel. Pemadatan elektroda yang semakin tinggi dapat mengurangi volume pori dan membuat transportasi elektrolit di dalam elektroda menjadi lebih sulit.
Karena itu, formulasi elektroda, distribusi ukuran partikel, jalur konduktif, dan pengendalian proses produksi menjadi semakin penting. Produsen harus menjaga keseimbangan antara kepadatan energi volumetrik dengan kemampuan transportasi ion.
LFP generasi terbaru juga masih berada di bawah capaian baterai ternary berbasis nikel tinggi. Baterai Qilin milik CATL, misalnya, dilaporkan memiliki kepadatan energi sel berbasis nikel tinggi sekitar 285 Wh/kg.