Berbeda dengan membeli barang konsumsi sehari-hari, kendaraan merupakan pengeluaran bernilai besar dan akan digunakan dalam jangka waktu panjang. Karena itu, konsumen tidak hanya ingin mendapatkan harga yang sesuai, tetapi juga perlu merasa yakin dengan kendaraan yang dibeli.
Kondisi unit menjadi salah satu hal penting. Konsumen tentu ingin mengetahui apakah kendaraan sesuai dengan informasi yang diberikan, bagaimana riwayat penggunaannya, serta apakah mobil tersebut benar-benar cocok dengan kebutuhan mereka.
Di sisi lain, proses transaksi juga ikut membentuk pengalaman konsumen. Ketika pembelian pertama memberikan pengalaman yang baik, rasa percaya tersebut dapat menjadi modal bagi konsumen ketika kembali mencari kendaraan.
Pemilik Garasi 91 sekaligus pengamat dan penggiat otomotif, Ferdi Kusuma Putra, mengatakan kepercayaan menjadi salah satu tantangan dalam bisnis kendaraan bekas.
"Di bisnis mobil bekas, tantangan terbesar sebenarnya adalah mendapatkan kepercayaan konsumen. Ketika seorang pelanggan kembali membeli untuk kedua, ketiga, bahkan beberapa kali, bagi kami itu bukan sekadar transaksi, tetapi tanda bahwa mereka percaya terhadap kualitas unit dan cara kami melayani," kata Ferdi.